Rabu, 15 Juni 2016

Al-Hikam 6 : Ditundanya Pemberian Allah Jangan Melemahkan Semangatmu untuk Meminta



لاَ يَــكُنْ تَــأَخُّرُ أَ مَدِ الْعَطَاءِ مَعَ اْلإِلْـحَـاحِ فيِ الدُّعَاءِ مُوْجِـبَاً لِـيَأْسِكَ؛ فَـهُـوَ ضَمِنَ لَـكَ اْلإِجَـابَـةَ فِيمَا يَـخْتَارُهُ لَـكَ لاَ فِيمَا تَـختَارُ لِـنَفْسِكَ؛ وَفيِ الْـوَقْتِ الَّـذِيْ يُرِ يـْدُ لاَ فيِ الْـوَقْتِ الَّذِي تُرِ يدُ

"Jangan sampai tertundanya karunia Tuhan kepadamu,
setelah kau mengulang-ulang doamu, membuatmu putus asa.
Karena Dia menjamin pengabulan doa sesuai pilihan-Nya, bukan sesuai pilihanmu.
Pada waktu yang diinginkan-Nya. bukan pada waktu yang kau inginkan."

-Ibnu Atha'illah al Iskandari- 


ALLAH SWT. Menegaskan bahwa Dia akan mengabulkan semua doa. Dia berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (QS. al-Mu'min[40] : 60)
     Doa yang pengabulannya ditunda, mungkin lebih baik bagi seorang murid daripada doa yang pengabulannya disegerakan. Karena bisa jadi, penundaan doa itu ditujukan agar ia semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah dan merasa semakin takut kepada Allah. Dalam situasi ini, biasanya setan akan dan membisikannya, "Jika benar tekadmu kuat, Tuhan pasti sudah mengabulkan doamu, menghilangkan sifat-sifat kemanusianmu yang buruk, dan mewujudkan segala keinginanmu. : sehingga sang murid pun tidak sadar bahwa ditundanya pengabulan doa itu adalah lebih baik baginya.
     Bisa jadi pula, ditundanya pengabulan doa tersebut, disebabkan oleh sifat buruk sang murid yang terlalu banyak dan tidak bisa dihilangkan kecuali dalam waktu yang lama, sehingga mujahaddah dan riyadhah yang dilakukannya masih belum berpengaruh pada pengabulan doa-doanya.
     Orang-orang 'arif mengumpamakan alam ini dengan tanah yang dipenuhi tumbuhan berduri. Kadang durinya besar-besar dan banyak sehingga sulit dilalui dan melukai. Kadan durinya kecil-kecil, sedikit, dan mudah dihilangkan. Demikian pula sifat-sifat jiwa, ada yang sangat buruk dan berjumlah banyak sehingga untuk menghilangkannya membutuhkan waktu yang lama dan perjuangan panjang. Terkadang sifat-sifat itu tidak terlalu buruk dan hanya sedikit sehingga tidak perlu waktu lama dan perjuangan panjang untuk membersihkanyya. Ketika tujuan utama seorang murid adalah menghilangkan sifat buruk jiwa, meskipun itu memkan waktu yang lama dan berakhir di ujung usia, semua penderitaan dan perjuangannya selama masa itu tidaklah seberapa dibandingkan sengan tujuan utama itu.
(Ulasan Syekh Abdullah asy-Syarqawi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar