Tampilkan postingan dengan label Nasehat Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat Ulama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2016

Nasehat Lukman Al-Hakim pada anaknya

Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur'an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hakikat hidup.
"Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir."
"Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya."
"Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu."
"Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya."
"Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan."
"Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."
"Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:
1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.
2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.
3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.
4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.
5. Ingatlah Allah selalu.
6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu
7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.
8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسل
___________
Allahuma sholii alaa sayyidina muhammad wa alaa aalihi wa shohbihi wa salim....

Minggu, 12 Juni 2016

Tips Agar Terhindar dari Sifat Sombong

Guru Mulia Habib Umar bin Hafidz :"Melawan kesombongan adalah dengan merasa hina, memberantas hawa nafsu adalah dengan selalu mengerjakan sunnah, melawan rasa bangga diri adalah dengan menyadari bahwasannya semua itu semata mata hanyalah anugrah"
Suatu ketika (dalam bahasa jawa) kami ditanya oleh Hadratus Syekh KHA. Nawawi Abd. Djalil Pengasuh PP. Sidogiri tentang makna kalimat dalam doa iftitah yang kita baca setiap shalat:
ان صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين
Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil aalamiin
Kami jawab, "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku semua aku lakukan (ikhlash) hanya karena Allah"
Kemudian beliau KHA. Nawawi berkata, "Itu kan makna secara fiqih. Kalau makna dalam ilmu tauhid bagaimana?"
Kami diam sejenak lalu berkata, "Maaf kami tidak tahu"
Beliau lalu dawuh, "Semua shalatmu, ibdahmu, hidup dan matimu itu karena dikehendaki Allah. Artinya semua itu atas kehendak Allah"
Jadi bersyukurlah kita yang shalat, kita yang puasa karena Allah menghendaki kita menjadi orang baik. Ketika kita melihat pemabuk, pencuri, pelacur, para pelaku ma'shiyat, cepat-cepatlah kita pegang dada kita, bersyukur kepada Allah karena kita oleh Allah tidak dikehendaki menjadi ahli ma'shiyat. Dan jangan sekali-kali merasa lebih baik dari mereka. Karena pada hakikatnya yang kita lakukan dan yang mereka lakukan, semua atas kehendak Allah.
Dengan berpikir demikian insya allah kita bisa untuk tidak merasa lebih baik dari orang lain.
Allahuma soli ala sayidina muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim

Jangan Salah Mencintai


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Seseorang bersama dengan yang dicintainya (di akhirat kelak)”
(HR Al-Bukhari no 6169)
Sungguh menyedihkan, tatkala banyak kaum muslimin terutama dari golongan pemuda yang sangat mencintai para pelaku maksiat, bahkan dari kalangan orang-orang kafir!!! (terutama para pemain film dan para penyanyi serta para olahragawan). Foto orang-orang kafir tersebut mereka pajang di kamar-kamar mereka, menjadi penyejuk pandangan mereka, sebelum tidur dan tatkala bangun tidur.
Bahkan mereka meniru gaya berpakaian orang-orang kafir tersebut, mereka hafalkan lantunan-lantunan orang-orang kafir tersebut, mereka pelajari perjalanan hidup orang-orang kafir tersebut…!! Jika salah seorang dari mereka ditanya tentang sejarah…, nama…, dan nasehat-nasehat Sayyidina Abubakar, Imam­ Syafii??, maka terdiamlah ia !!!
Bahkan kecintaan sebagian mereka sudah sangat mendalam kepada orang-orang kafir tersebut, terbukti tatkala para artis tersebut datang ke negeri-negeri kaum muslimin maka merekapun berbondong-bondong menyambut para idola mereka yang kafir, hingga ada yang histeris tatkala menyaksikan idolanya, bahkan ada diantara mereka yang pingsan karena terlalu gembira !!!.
Apa yang akan mereka perbuat dengan sabda Nabi “Seseorang (dikumpulkan diakhirat kelak) bersama yang ia cintai” ???!!!
Karenanya, cintailah orang-orang sholeh. Tirulah gaya hidup mereka, patuhilah petuah-petuah mereka, yaitu orang-orang yang jika kita mengingat mereka maka kita mengingat akhirat
Anas Bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata:
“Kami tidak pernah gembira karena sesuatu apapun sebagaimana kegembiraan kami karena mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Engkau bersama yang engkau cintai”. Anas berkata, “Aku mencintai Nabi, Abu Bakar, dan Umar dan aku berharap aku (kelak dikumpulkan) bersama mereka meskipun aku tidak beramal sebagaimana amalan sholeh mereka” (HR Al-Bukhari no 3688).

Terlanjur Basah


Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad berkata:
"Barang siapa pada mulanya merasa berat untuk melakukan perbuatan maksiat, kemudian ia mencoba untuk melakukannya satu kali saja, maka setelah itu ia akan merasa ringan untuk melakukannya lagi secara berulang-ulang.
Sebagaimana diceritakan, pernah seseorang berjalan dipinggir tanah yang berlumpur sambil mengangkat ujung celananya tinggi-tinggi. Ia sangat berhati-hati agar tidak jatuh serta tidak terkena percikan lumpur dan tanah kotor tersebut. Namun akhirnya ia terjatuh juga. Ia pun kemudian berjalan ditengah lumpur dan membiarkan celananya terjulur hingga menyentuh tanah sambil menangis.
Ketika ditanya mengapa menangis, ia menjawab, "Sebelumnya saya takut terjatuh dalam tanah lumpur ini, akan tetapi baru saja saya jatuh di sana, dan setelah itu hati saya merasa ringan untuk berjalan di tengah lumpur yang kotor tersebut. Demikian pula dengan maksiat."

Tips Memilih Istri

KH. Maimun Zubair dhawuh,
Nek milih bojo iku sing ora patiyo ngerti dunyo. Mergo sepiro anakmu sholeh, sepiro sholehahe ibune.
(Kalau memilih istri itu yang kurang begitu paham urusan dunia. Sebab seberapa sholehnya anakmu, seberapa sholehnya ibunya)

Sohabat Abbas iku nduwe bojo ora seneng dandan, nganti sohabat Abbas isin nek metu karo bojone. Tapi beliau nduwe anak ngalime poll, rupane Abdulloh bin Abbas.
(Sahabat Abbas itu punya istri tidak suka berhias, sampai sahabat Abbas malu jika keluar dengan istrinya. Tapi beliau memiliki putra alimnya minta ampun, yakni Abdullah bin Abbas)
Sayyidina Husain nduwe bojo anake rojo rustam (rojo persia). Walaupun asale putri rojo, sakwise dadi bojone sayyidina Husain wis ora patiyo seneng dunyo. Mulane nduwe putro Ali Zainal Abidin bin Husain, ngalim-ngalime keturunane Kanjeng Nabi.
(Sayyidina Husain punya istri putri raja Rustam (raja Persia). Walaupun asalnya putri raja, setelah menjadi istri Sayyidina Husain sudah tidak begitu suka dunia. Makanya punya putra Ali Zainal Abidin bin Husain, paling alimnya keturunan Kanjeng Nabi.)
Kiai-Kiai Sarang ngalim-ngalim koyo ngono, mergo mbah-mbah wedo'e do seneng POSO.
(Kiai-kiai Sarang alim-alim seperti itu, sebab nenek-neneknya suka puasa)
Syekh Yasin Al Fadani (ulama' asal padang yang tinggal di mekah) iku nduwe istri pinter dagang, nduwe putro loro. Sing siji dadi ahli bangunan sijine kerjo neng
transportasi. Kabeh anake ora ono sing nerusake dakwahe Syekh Yasin.
(Syekh Yasin al-Padangi itu punya istri pandai dagang, punya dua orang putra. Yang satu menjadi ahli bangunan. Yang lain ahli transportasi. Semua putranya tidak ada yang meneruskan dakwah Syekh Yasin)
Neng Al Qur-an (di al-Qur'an)
نساؤكم حرث لكم
Istri iku ladang kanggo suami. (Istrimu ladang suami)
Sepiro apike bibit tapi nek tanahe atau ladange ora apik, ora bakal ngasilno pari apik.
(Seberapapun bagusnya bibit (padi) tapi jika tanah atau ladangnya tidak baik, maka tidak akan bisa menghasilkan padi yang bagus.)
Intine iso nduwe anak ngalim, nek istrine ORA PATIYO NGURUSI DUNYO LAN KHIDMAH POLL KARO SUAMINE.
(Intinya bisa punya anak alim, kalau istrinya TIDAK BEGITU PEDULI URUSAN DUNIA DAN KHIDMAH TANPA BATAS KEPADA SUAMI)
Nek kowe milih istri pinter dunyo, kowe sing kudu wani tirakat.
(Kalau kamu memilih istri pandai urusan dunia, kamu harus berani tirakat)
Nek ora wani tirakat, yo lurune istri sing ahli dzikir, kowene sing mikir dunyo alias kerjo.
(Kalau tidak berani tirakat, ya carilah isgri yang ahli dzikir, kamu yang berpikir urusan dunia alias kerja)