KISAH QARUN

Jakarta,
CyberDakwah.COM
– Qarun adalah orang yang sangat kaya berasal dari golongan Bani
Israil. Allah menganugerahkan kekayaan yang sangat melimpah kepadanya.
Akan tetapi, Qarun tak pernah mensyukuri apa yang telah Allah berikan
kepadanya. Ia tak membantu orang-orang miskin disekitarnya. Sungguh ia
merupakan orang sombong pada saat itu.
Kekayaan yang dimilikinya
menyilaukan mata hatinya. Ia tertipu daya oleh harta, emas dan perak
miliknya. Ia memperlakukan kebanyakan orang dengan kesombngannya.
Baginya, harta yang ia miliki adalah sumber kekayaan. Ia juga meniru
gaya pakaian Firaun. Hidup dalam kemewahan dan glamour.
Orang-orang beriman mencoba menasehati Qarun agar tak tertipu oleh
permata dunia. Mengingatkannya bahwa semua adalah milik Allah dan akan
kembali kepada-Nya. Mereka berharap Qarun menghentikan kesombongannya.
Orang-orang beriman berkata kepada Qarun, “Jangan lupakan hari akhir.
Jangan lupakan kehidupan yang akan datang. Berbuatlah untuk kehidupanmu
yang akan datang. Keluarkanlah emas dan perakmu untuk orang-orang
miskin. Bersyukurlah kepada Allah karena apa yang telah Dia berikan
padamu. Berbuatlah kebaikan pada sesama sebagaimana Allah berbuat
kebaikan untukmu. Jangan berbuat kerusakan di negeri ini.”
.
Mendengar perkataan orang-orang beriman, Qarun malah menjawabnya dengan
sombong. Ia berkata, “Aku telah mengumpulkan kekayaanku ini dengan
tanganku sendiri. Aku tahu bagaimana cara mendapatkan uang. Aku telah
mengumpulkan kekayaanku dengan pengetahuanku!”
Meski sifat dan
sikapnya yang angkuh lagi sombong, sebagian orang menyukai dan
mentaatinya. Mereka mematuhi apa yang diperintah Qarun dan ingkar
terhadap Nabi Musa. Harapan mereka begitu besar terhadap Qarun. Suatu
saat mereka berharap Qarun memberikan uangnya.
Suatu hari Qarun
keluar mengenakan pakaian berhiaskan emas. Begitu bangganya dia
mengenakan pakaian tersebut. Beberapa orang miskin yang melihatnya,
merasa iri akan apa yang Qarun miliki. Mereka berkata, “Betapa
bahagianya Qarun! Betapa beruntungnya ia! Jika saja kami memperoleh apa
yang telah diperoleh Qarun! Sungguh ia memperoleh keberuntungan yang
luar biasa!”
Orang-orang beriman yang mendengar perkataan
orang-orang iri terhadap kekayaan Qarun, begitu sedih. Mereka mencoba
menasehati orang-orang tersebut agar tak silau akan kekayaan dunia.
Lebih baik mencari pahala ketimbang mencari harta yang bisa melupakan
Allah Yang Maha Kuasa.
Nabi Musa mendatangi Qarun. Ia berkata
padanya, “Jangan berbuat kerusakan di negeri ini. Janganlah tertipu
dengan harta dan kekayaanmu.”
Apa yang dikatakan oleh Nabi Musa
terhadap Qarun tidak dipedulikannya. Justru Qarun makin sombong dan
ingin balas dendam kepada Qarun.
Qarun menaruh dendam terhadap
Nabi Musa. Ia bersekongkol menentang Nabi Musa. Bahkan ia menuduh dan
menyebarkan kepada Bani Israil tentang kepalsuan Musa. Ia melawan dan
menentang akan apa yang Musa lakukan.
Nabi Musa berdoa kepada
Allah agar menghukum Qarun yang sombong dengan hukuman seberat-beratnya.
Allah pun juga murka akan apa yang dilakukan Qarun. Allah hendak
menghukum orang yang sombong dan tertipu oleh harta.
Hukuman pun
datang kepada Qarun. Ia melihat istana miliknya bergetar. Ia ketakutan
dan hendak melarikan diri. Tapi naas, ia tak sempat melarikan diri
karena bumi menelan jasadnya. Pada saat itulah, Qarun beserta semua
harta kekayaan yang dimiliki hilang ditelan oleh bumi.
Kejadian
yang menimpa Qarun merupakan suatu pelajaran bagi orang-orang yang
melihatnya. Mereka yang awalnya iri dan ingin hidup seperti Qarun,
menyesal dan mengerti setelah mengetahui apa yang menimpa Qarun. Mereka
sadar bahwa perbuatan baik itu lebih utama ketimbang harta. Sikap baik
hati kelak akan menolong dan tentu bermanfaat bagi sesama manusia.
Sedangkan harta, emas, kekayaan, kesombongan justru akan menghancurkan
pemiliknya.
–> Diceritakan ulang oleh Danny Setiawan Ramadhan dari buku “The Greatest Stories of Al-Qur’an” karya Syekh Kamal As Sayyid
Ayo Berbagi: