Seorang wanita bercerita kepada Kiai Hamdani, bahwa setelah umur
pernikahannya memasuki tahun ke-10, suaminya menjadi sangat sibuk dengan
tugas dan pekerjaannya. Perhatian sang suami kepada istrinya seakan
hilang. Wanita itu berkata, “Mengapa semakin saya mengharapkan
perhatian, cinta dan kerinduannya kepada saya, justru apa yang saya
harapkan itu semakin menjauh.”Wanita itu lalu mengadu kepada Allah. Bertahun-tahun ia habiskan malamnya bersama Allah Swt. Sehingga akhirnya cinta dan kerinduannya terhadap suami berpindah kepada Allah. Ketika cinta kepada Allah mulai bersemi di hati si wanita, terjadi perubahan luar biasa pada diri sang suami. Si suami kembali menyintai istrinya dan selalu merindukannya.
Sejak saat itu apabila ada wanita mengalami hal yang sama, Pak Kiai
selalu menyarankan agar lebih dahulu meraih cinta dan kerinduan kepada
Allah. Karena Allah adalah sumber cinta dan kerinduan.
(diceritakan kembali dari buku Psikologi Kenabian oleh Hamdani Bakran Adz-Dzakiey)
CINTA adalah milik kita yang sangat mahal.
CINTA tidak boleh kita berikan kepada sembarang pihak.
Hanya yang pantas saja yang boleh menerima CINTA kita.
Sumber : Habib Muhammad bin Husein bin Anis al-Habsyi
(diceritakan kembali dari buku Psikologi Kenabian oleh Hamdani Bakran Adz-Dzakiey)
CINTA adalah milik kita yang sangat mahal.CINTA tidak boleh kita berikan kepada sembarang pihak.
Hanya yang pantas saja yang boleh menerima CINTA kita.
Siapa sebenarnya yang paling cinta dan sayang kpd kita?
Siapa yang pemberiannya tidak pernah putus siang dan malam?
Siapa yang bantuannya bisa kita harapkan siang dan malam?
Siapa yang pintunya bisa diketuk setiap saat?
Siapa yang tidak pernah bosan mendengarkan keluh kesah kita?
Siapa yang tidak mengharapkan apa-apa kecuali kebaikan bagi kita?
Siapa yang memberikan kehidupan kepada kita?
Siapa yang bisa menyelesaikan persoalan kita?
Siapa yang bisa memberikan ketenangan di hati kita?
Siapa yang bertanggung jawab atas rezeki kita?
Siapa yang memberikan balasan sangat besar atas perbuatan kita yang kecil dan penuh kekurangan?
Siapa…
siapa….siapa…
Siapa yang pemberiannya tidak pernah putus siang dan malam?
Siapa yang bantuannya bisa kita harapkan siang dan malam?
Siapa yang pintunya bisa diketuk setiap saat?
Siapa yang tidak pernah bosan mendengarkan keluh kesah kita?
Siapa yang tidak mengharapkan apa-apa kecuali kebaikan bagi kita?
Siapa yang memberikan kehidupan kepada kita?
Siapa yang bisa menyelesaikan persoalan kita?
Siapa yang bisa memberikan ketenangan di hati kita?
Siapa yang bertanggung jawab atas rezeki kita?
Siapa yang memberikan balasan sangat besar atas perbuatan kita yang kecil dan penuh kekurangan?
Siapa…
siapa….siapa…
Sumber : Habib Muhammad bin Husein bin Anis al-Habsyi
